Kepada pengunjung weblog Radio Komunitas NH FM Karawang, semula alamat URL nya adalah https://nhfm.wordpress.com, mulai hari ini, tanggal 1 Agustus 2007 jam 12.00 WIB melalukan migrasi ke alamat URL yang baru yaitu: http://www.nh.web.id.

Oleh karena itu, kedepan weblog ini tidak akan dilakukan peng-update-an, tetapi yang akan terus di update adalah:

Weblog NHFM Baru…

Namun demikian, info yang diberikan pada https://nhfm.wordpress.com telah kami migrasikan ke http://www.nh.web.id.

Demikian.

Salam

Manajemen NHFM

Sebagai semangat, NH FM sudah berdiri lebih dari setahun. Tetapi, jika Anda mencari frekuensi 107.7 FM di daerah Telagasari Kabupaten Karawang sebulan yang lalu, di jamin tidak ada radio yang bisa di dengar. Jikapun ada, itu suara Rakom tetangga di daerah Johar Kab. Karawang yang ng-tune di 107.8.

Pesawat radio NH FM di buatkan oleh Kang Dani J dari Rakom Pass FM Bandung. Dari mulai exciter, booster dan power suply, semuanya ditangani oleh beliau! Berkat komunikasi yang baik, akhirnya dengan dana yang relatif bisa ditekan, perangkat penyiaran NHFM bisa dibuat dan dipasangkan.

Walhasil, pada tanggal 25 Juni 2007, Radio Komunitas Majlis Ta’lim NH 107.7 FM pada jam 22.00 WIB sudah mulai mengudara.

DSCF1526

Kang Dani J sedang monitoring pesawat NHFM.

DSCF1527

Team “Kang Dani J” sedang menikmati (mendengarkan) siaran radio hasil dari kerja kerasnya.

DSCF1529

Penyelenggara Penyiaran Komunitas NH FM sedang melakukan siaran perdana.

DSCF1531

Komunitas Majlis Ta’lim sedang mendengarkan siaran perdana NH 107.7 FM.

Bagi kami, (Rakom Majlis Ta’lim NHFM) memasang antena triangle setinggi 36 meter merupakan pengalaman baru dan menegangkan. Baru? ya baru… karena di sekitar komunitas kami, belum ada yang pernah memasangnya. Jika ada, paling tidak ketegangan emosi tentang bagaimana memasangnya tidak perlu repot-repot! Menginterpretasi bagaimana cara (step by step) menaikan antena triangle akan menjadi mudah.

Tetapi sayangnya, harapan di atas tidak tersedia di kami. Akhirnya, untuk menurunkan tensi ketidaktahuan, kami mencari tahu di Mr. Google dengan search keyword “tower erection”. Dari foto-foto pengalaman orang memasang antena triangle di seluruh dunia, akhirnya kami menjadi ada bayangan bagaimana memasang antena triangle. Oleh karena itu, untuk mengurangi “ketegangan komunitas”, Ketua Dewan Pendiri Rakom Majlis Ta’lim NHFM, melakukan breefing bersama komunitas.

DSCF1492

Ketua Dewan Pendiri bersama Ketua PPK sedang melakukan breefing pemasangan Antena Triangle NHFM

DSCF1494

Komunitas Majlis Ta’lim antusias mengikuti breefing cara pemasangan antena triangle

DSCF1499

Ketua Penyelenggara Penyiaran Komunitas (PPK), Anto Yunanto, sedang membagi kelompok pemasang antena triangle NHFM

DSCF1506

Peralatan yang akan dipakai pada pemasangan Antena Triangle NHFM

DSCF1500

Team pemasang kawat baja sedang melakukan latihan.

DSCF1507

Makan malam, setelah melakukan breefing…

Karawang dan Purwakarta posisinya seperti Karawang-Bekasi dalam sajak karya Chairil Anwar yang terkenal itu. Purwakarta dan Bekasi di mata Karawang adalah sama-sama tetangga kabupaten. Bahkan jika mau ditambahkan lagi, posisi itu setara dengan Subang dan Bogor yang sama-sama tetangga kabupaten. Itu artinya, Kabupaten Karawang berada diantara Bekasi, Purwakarta, Subang dan Bogor.

Prolog di atas hanyalah gambaran tentang letak geografis kabupaten Karawang. Namun begitu, bukan berarti tanpa maksud. Bahwa pada posisi kabupaten tetangga, dunia peradioan relatif sudah maju dan banyak station radionya. Pada posisi frekuensi, terutamanya FM, pada kabupaten-kabupaten di atas sudah hampir penuh. Itu untuk dunia peradioan komersial! Tidak terkecuali untuk posisi frekuensi radio komunitas yang bermain di 107.7 – 107.9 FM.

Di Karawang, radio komunitas sudah mulai marak. Marak dalam arti –tumbuhnya semangat mengisi demokratisasi di bidang penyiaran– telah banyak pihak yang memanfaatkan kesempatan ini untuk membangun daerahnya. Tidak terkecuali manajemen radio komunitas majlis ta’lim Nurul Hidayah. Namun demikian berdasarkan pengalaman RAKOM yang sudah agak lama berdiri, kendala Radio Komunitas sering kali terjebak pada pengelolaan yang konvensional. Oleh karena itu, menyadari kekurangan pengalaman tentang bagaimana mengelola sebuah radio komunitas, RAKOM Majlis Ta’lim NH FM melakukan studi banding ke Rakom di Kabupaten Purwakarta.

Pemilihan tempat lokasi rakom Ramanea di Wanayasa dan Citra Melati (CIMEL) di Plered hanyalah sampel yang dipilih dan ternyata mudah melakukan konfirmasi dengan DPK-nya. Pada langkah awal, Rakom Majlis Ta’lim NHFM tidak mempunyai mindset radio mana yang sepatutnya dikunjungi. Apapun hasilnya, ternyata dari langkah silaturahmi yang telah dilakukan oleh Rakom Majlis Ta’lim NHFM, telah banyak faedah dan membuahkan bekal semangat bagi perencanaan pengelolaan sebuah rakom yang layak dan mapan.

DSCF1468

Foto Bareng Rombongan dari Rakom Majlis Ta’lim NHFM Bersama Ketua DPK Rakom Ramanea Wanayasa (Kang Wahyu).

DSCF1466

Anggota Dewan Pendiri Rakom Majlis Ta’lim NHFM (Hj. Enah Hasyim) di Studio Rakom Ramanea

DSCF1475

Setelah silaturahmi, mejeng bersama di padepokan Kampung Ramanea.

DSCF1477

Habis Shalat Maghrib di Masjid Agung Wanayasa, makan bareng di sekitar Masjid.

DSCF1483

Penyiar Rakom Citra Melati (CIMEL) Plered sedang on-air

DSCF1485

Bersama DPK Rakom Cimel Plered

Setelah melalui proses belajar yang panjang, termasuk proses mencari dimana seharusnya lokasi studio radio NHFM bertempat, kini akhirnya menemukan titik terang. Sekalipun belum jadi, bahkan masih dalam tahap rencana pembangunan, tetapi perlahan tapi pasti, radio NHFM akan mempunyai tempat yang refresentatif sebagai radio komunitas.

Menyadari majlis taklim sebagai gerakan komunitas, serta mendorong kehidupan keagamaan yang telah menjadi target kami, maka membangun fasilitas fisik semacam gedung mushala dan gedung majlis merupakan langkah prioritas dari gerakan yang harus dilakukan. Setelah selesai membangun mushala dan majlis taklim Nurul Hidayah dalam satu atap, kini komunitas mempunyai proyek yang baru; yaitu membangun gedung mushala Darunnadwah.

Di Nurul Hidayah, radio komunitas majlis taklim terlahir sebagai satu semangat yang harus diperjuangkan. Oleh karenanya, langkah yang diambil adalah membuat persiapan administratif untuk mengajukan diri sebagai radio komunitas ke Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat (KPID-JABAR). Disamping itu, kami melakukan komunikasi dengan Jaringan Radio Komunitas Jawa Barat (JRK-Jabar) sebagai salah satu tempat berkumpulnya radio-radio komunitas.

Sebagai suatu semangat, radio komunitas NH FM, telah terlahir di Nurul Hidayah. Tetapi sebagai suatu gerakan implementasi, itu masih sebuah mimpi. Seiring dengan gerakan riel yang terus dilakukan oleh komunitas kami, membuat mushala Darunnadwah, maka dari sini gerakan implementasi terus dimulai. Dari transisi mencari lokasi dimana kami harus membuat studio, dari situ juga telah terlahir beberapa penyesuaian. Paling tidak, dari gerakan yang lebih sempit (yaitu kelompok Majlis Ta’lim Nurul Hidayah) meluas merangkul komunitas yang tergabung di Mushala Darunnadwah. Dan yang jelas, lokasi studio radio NHFM, akan menempati lokasi di belakang mushala Darunnadwah.

Kini, NH FM sebagai sebuah semangat yang bermula dari komunitas majlis ta’lim Nurul Hidayah, kini siarannya dilakukan di belakang Mushala Darunnadwah. Alhamdulillah….

Di awal pendirian radio komunitas, terlebih lagi merasa “buta” di dunia peradioan, memang sangat sibuk. Mencari pengetahuan tentang bagaimana mengelola radio secara teoritis, tidak cukup. Mengelola radio, apalagi radio komunitas, memang perlu terjun kelapangan.

Berangkat dari keperluan itu, maka kami melakukan “road silaturahmi” ke beberapa radio yang ada di Bandung.


Kunjungan ke Radio Suara Cibangkong, foto dari kiri Anto Yunanto [Ketua Penyiaran NH FM], Rohmat Sarman [Ketua Pendiri NH FM] dan Herman [Bagian Teknis RSC]


Mejeng di Studi RSC, foto dari kiri Roni Kurniawan [Bagian Pemberitaan RSC], Rohmat Sarman [Ketua Pendiri NH FM] dan Herman [Bagian Teknis RSC]

Bagi kami, sebuah komunitas kecil di pedesaan, tepatnya di Pasirmukti, Talagasari Kab. Karawang, Jawa Barat, INDONESIA, mempunyai sebuah radio adalah mimpi! Tetapi, walaupun begitu, mimpi tidak lah harus berfungsi sebagai bunga tidur saja, berbekalkan semangat, kami coba untuk mewujudkannya!

Pada awalnya, Komunitas Majlis Taklim Nurul Hidayah, adalah pengajian ibu-ibu di kampung kami, dan sekarang ditambah bapak-bapaknya! Alhamdulillah, komunitas kecil ini telah mampu mewujudkan mimpinya dengan membangun sebuah majlis taklim dan mushala dalam satu atap! Menurut kami sih cukup megah untuk ukuran kampung. Tetapi sebenarnya, bukan kemegahan yang kami banggakan semata-mata, tetapi kekompakkan dan semangat komunitas kami, yang kami sendiri terheran-heran? Gotong royong yang mahal saat ini, ternyata bagi kami harganya sangat murah! Dengan penuh syukur, kami masih punya semangat gotong royong yang tinggi.

kunjungan 013

Mushala dan Majlis Taklim Nurul Hidayah

Setelah terbangun mushala dan majlis taklim, impian kami jadi bertambah! Bagaimana supaya nilai-nilai dan semangat dakwah yang ingin kami tularkan dapat menjadi lebih massif! Akhirnya, melalui obrolan warung kopi, kami menemukan jawaban, yaitu RADIO KOMUNITAS.

Berat memang! dari pengetahuan keradioan yang minim, kami harus membuat sebuah perencanaan yang matang! Kami sadar harus merencanakan secara matang, karena tidak sedikit diantara radio komunitas (RAKOM), mati ditengah jalan.

Dan dengan Bismillah, akhirnya kami mencoba dan berikhtiar…

Semoga saja mimpi ini menjadi nyata…